Aqiqah, Tahu Hukum serta Hadisnya Bagi Islam

Aqiqah, Tahu Hukum serta Hadisnya Bagi Islam

Aqiqah ialah suatu aktivitas yang diselenggarakan buat menyongsong kelahiran balita. Penyelenggaraannya disyariatkan dalam Islam dengan metode menyembelih kambing.

Pada warga yang makin menyadari berartinya pelaksanaan hukum Islam dalam kehidupan tiap hari, aqiqah kerap jadi persoalan. Apakah hukumnya? Gimana bila diselenggarakan sehabis berusia?

Baca Pula: Innalillahi, Agus Harimurti Yudhoyono( AHY) Berduka Atas Meninggalnya Tokoh NU Ini

Hukum Aqiqah

Aqiqah dalam Islam bukan tradisi, terlebih kebudayaan Arab. Ini disunahkan sebab Rasulullah berikan contoh dikala menyembelih kambing buat 2 cucunya Hasan serta Husen dikala masih berumur 7 hari metode aqiqah .

Ulama dibagi 2 dalam menyikapi hukum aqiqah.

Yang awal berkata harus. Orang tua diucap tidak hendak memperoleh syafaat anak nanti bila belum mengaqiqahnya.

” Kanak- kanak itu tergadai( tertahan) dengan aqiqahnya, disembelih hewan untuknya pada hari ketujuh, dicukur kepalanya serta diberi nama.”( HR Ahmad) Jasa aqiqah Jakarta dan Bekasi

Bersumber pada hadis di atas ulama yang meyakini hukumnya harus, orang tua bisa melaksanakan aqiqah kapan saja kala sanggup. Apalagi, kala anak telah berusia.

Komentar yang kedua melaporkan, aqiqah merupakan sunnah muakkad. Ibadah yang dicoba hendak menemukan pahala bila dikerjakan serta tidak berdosa dikala ditinggalkan. Walaupun demikian, buat orang tua yang sanggup perihal ini sangat disarankan.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *